Feugiat nulla facilisis at vero eros et curt accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril.
+ (123) 1800-453-1546
info@example.com

Related Posts

    Sorry, no posts matched your criteria.

OPERASI MATA, BLEPHAROPLASTY

Home   /   Department & Center   /   COSMETIC SURGERY CENTER   /   FACE SURGERY   /   EYES SURGERY   /   OPERASI MATA, BLEPHAROPLASTY
Operasi kelopak mata, yang juga dikenal dengan istilah blepharoplasty, adalah operasi untuk memperbaiki bentuk dan struktur kelopak mata. Seiring bertambahnya usia, otot di sekitar kelopak mata akan melemah, sehingga menyebabkan penumpukan lemak. Penumpukan lemak bisa membuat kelopak mata atas menjadi kendur dan membentuk kantong mata di kelopak mata bawah. Operasi kelopak mata bisa membuat terlihat lebih muda. Kelopak mata yang kendur dan kantong mata yang parah tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga bisa mengganggu jarak pandang. Operasi kelopak mata bisa mengatasi masalah tersebut. Selain itu, ada juga beberapa kondisi medis yang memerlukan tindakan operasi kelopak mata.
  Semakin bertambah usia, jaringan di kelopak mata akan melemah dan kehilangan elastisitasnya. Hal ini menyebabkan kelopak mata bagian atas dan bawah tampak kendur. Tidak hanya faktor usia, kulit kelopak mata yang mengendur juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Operasi kelopak mata umumnya dilakukan pada pasien usia 35 tahun ke atas, yang telah mengalami efek penuaan pada kulit. Selain itu, operasi kelopak mata juga bisa dilakukan pada individu dengan kondisi berikut: - Kelopak mata atas menggantung sehingga membuat mata tidak terbuka dengan sempurna. - Kelebihan kulit pada kelopak mata atas yang menyebabkan menyempitnya lapang pandang penglihatan. - Kelebihan kulit pada kelopak mata bawah. - Terbentuknya kantung mata.  

OPERASI MATA BAWAH / KANTUNG MATA

   

Prosedur Operasi Kelopak Mata

Operasi kelopak mata terbagi menjadi operasi kelopak mata atas dan operasi kelopak mata bawah. Dalam tindakannya, kedua operasi tersebut bisa dilakukan secara bersamaan. Operasi kelopak mata bisa dilakukan dengan bius lokal, yaitu dengan suntikan di area kelopak mata.

Operasi kelopak mata atas:

  • - Dokter akan membuat sayatan sepanjang kelopak mata atas, tepatnya pada lipatan kulit kelopak mata.
  • - Setelah sayatan dibuat, dokter  akan membuang kulit, lemak, atau jaringan berlebih di area kelopak mata bagian atas.
  • - Setelah proses di atas selesai dilakukan, dokter akan menutup bekas sayatan dengan jahitan yang sangat kecil.
  • - Jika kelopak mata atas terlalu turun hingga menutupi pupil mata, dokter bedah plastik juga akan menjalankan tindakan koreksi ptosis untuk memperkuat otot kelopak mata atas, sehingga kelopak mata dapat membuka lebih lebar.
 

Operasi kelopak mata bawah:

  • - Membuat sayatan di bawah bulu mata.
  • - Membuang lemak pada kantung mata. Jika diperlukan, dokter akan membuang sedikit jaringan kulit.
  • - Menutup bekas sayatan dengan jahitan, yang umumnya dilepas satu minggu kemudian.
 

Perawatan pasca operasi

- Kompres mata dengan menggunakan handuk dingin untuk mengurangi pembengkakan. - Bersihkan kelopak mata secara perlahan-lahan, lalu gunakan obat tetes mata atau salep yang telah diresepkan. - Gunakan kaca mata hitam untuk melindungi kulit kelopak mata dari sinar matahari, debu dan angin. - Tidur dengan posisi bagian kepala yang lebih tinggi dari dada atau tidur dengan 2 bantal selama 1-3 hari. - Hindari melakukan olahraga berat, berenang, aerobik, joging, mengangkat barang berat, mengejan, menggosok mata, merokok, atau memakai lensa kontak. - Jangan mengonsumsi obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter.  

Perawatan kelemahan otot mata (Ptosis)

Ptosis adalah kondisi kelopak mata turun menutupi sedikit atau sebagaian pupil mata itu bisa mempengaruhi satu atau kedua mata. Ketika ujung kelopak mata atas turun, bagian atas daerah pandangan mungkin menjadi terhalang. Beberapa orang mengerti bahwa operasi kelopak mata ganda dapat diperbaiki sebtulnya itu salah, Masalah ini disebabkan dari otot yang kita gunakan untuk membuka mata (Levator Palpebre Superioris muscle) gejalanya lemas, sebagian besar bawaan dari lahir, dan sebagian dari faktor usia. Masalah ini dapat dikoreksi pada otot mata untuk membuat matanya terlihat lebih terbuka dan normal. Selain itu operasi akan membantu masalah mata bisa terbuka dengan normal dan meningkatkan penampilan dengan baik.  

Penyebab Ptosis

  • 1. Ptosis mungkin sudah ada sejak lahir (kongenital) atau timbul kemudian dalam hidup (akuisisi).
 
  • 2. Ptosis kongenital biasanya diakibatkan tidak berkembangnya otot levator yang bertanggung jawab untuk mengangkat kelopak mata atas.
 
  • 3. Salah satu penyebab paling umum ptosis akuisisi adalah peregangan otot levator, karena proses penuaan. Ini disebut ptosis aponeurotik. Ptosis jenis ini juga dapat berkembang setelah operasi mata atau setelah penggunaan lensa kontak. Penyebab lain ptosis akuisisi termasuk palsi saraf kranial ketiga dan gangguan muskular neurologi seperti miasthenia dan distropi otot.
 
  • 4. Operasi biasanya dilakukan dengan bius lokal. Tujuan utama operasi adalah untuk mengangkat kelopak mata bagian atas sehingga daerah pandang menjadi penuh. Pada saat bersamaan, dokter  berusaha mencapai kesimetrisan sewajarnya. Hasil operasi yang baik hingga sempurna dapat dicapai walaupun kesimetrisan sempurna tidak selalu diperoleh.
 
  • 5. Ptosis kongenital berbeda dengan ptosis akuisisi dalam hal dokter harus menangani otot yang tidak normal. Kesimetrisan letak dan fungsi kelopak mata tidak selalu dapat tercapai pada operasi otot abnormal. Pasien dengan ptosis kongenital mungkin akan masih memiliki kelopak turun saat melihat ke atas dan putih mata (sclera) menjadi tampak saat pandangan ke bawah.
 
  • 6. Ptosis kongenital biasanya diperbaiki pada masa kanak-kanak jika parah dan menghalangi pandangan. Jika ringan, dapat diperbaiki di akhir masa kanak-kanak atau awal masa dewasa.